iklan: peluang bisnis di singa-aceh.net

Optimis vs Pesimis

// September 30th, 2007

Pada suatu hari, direktur sebuah perusahaan pembuat baju bertemu dengan dua orang karyawannya. Anggap saja mereka Dina dan Dani. Rancananya mereka akan di tugaskan ke pedalaman Irian untuk melihat peluang pasar di sana. Tapi sebelumnya, Direktur tersbut ingin mengetes kedua karyawannya itu.

Di atas meja sang direktur terdapat sebuah gelas bening yang diisi air putih setengah gelas tersebut.

Direktur bertanya kepada Dina. “Apa pendapat kamu terhadap air di dalam gelas ini?” Dina menjawab “airnya setengah terisi pak”.

Selanjutnya sang direktur menanyakan kepada Dani, “Bagaimana menurut kami Dani? Tanpa ragu Dani menjawab “Setengah kosong pak”.

“Oke… Pertama sekali saya akan menugaskan Dani ke sana” kata direktur.

Sehingga berangkatlah Dani ke Pedalaman Irian, sesampainya di sana, ia melihat orang-orang Iriang tidak memakai baju satupun, lalu ia pulang dan mengatakan pada direkturnya “Lapor pak, kita nggak usah buka cabang di sana, karena orang-orang disana nggak ada yang pake baju, pasti nggak ada yang beli baju kita, pak”

Lalu direktur menugaskan Dina untuk melihat sekali lagi ke sana. Sepulangnya ia dari Irian, Dina memberi laporan ke boss-nya. “Lapor bosss… cocok sekali kalau kita buka cabang di sana pak, soalnya orang-orang sana nggak ada yang pake baju, pasti baju yang kita jual akan sangat banyak pembelinya, pak”

Setelah itu, perusahaan tersebut menugaskan Dina untuk membuka cabang di sana.

——

Cara pandang kita terhadap sesuatu sangat menentukan pola pikir yang akan kita katakan. Lihatlah tanggapan Dina terhadap air tadi, “airnya setengah terisi pak”. Dina memiliki cara pandang yang optimis, ia sedang memikirkan bagaimana cara agar air di dalam gelas tersebut bisa terisi penuh.

Sedangkan jawaban Dani “Setengah kosong pak”. Jawaban seperti ini adalah jawaban orang yang pesimis, ia hanya memikirkan kekurangan dari sesuatu, ia memikirkan kekosongan yang ada di gelas tersebut yang tidak terisi, sangat berbeda dengan cara pikir Dina.

Maka nggak heran kalau cara pandang Dina dan Dani juga berbeda dalam melihat peluang yang ada.


Tagged Inspiration

7 Responses to “Optimis vs Pesimis”

  1. Klods Says:

  2. Klods Says:

  3. TestName Says:

    Test myfunction comment

  4. Doodee Says:

    Thanks for sharing

  5. Reosigree Says:

    I’d prefer reading in my native language, because my knowledge of your languange is no so well. But it was interesting! Look for some my links:

  6. zxevil137 Says:

    6yNvoU r u crazzy? I told u! I can’t read!

  7. zxevil156 Says:

    NO6I90 r u crazzy? I told u! I can’t read!

Leave a Comment